Sekolah Rakyat Ancol 1 dan 2 salahsatu Program CSR Ancol Jakarta Baycity

 Sekolah Rakyat Ancol 1 dan 2 merupakan Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah dilakukan oleh Ancol Jakarta Baycity, banyak program yang diberikan oleh Ancol khususnya untuk masyarakat sekitar lingkungan Ancol. Dalam bidang pendidikan Ancol mempunyai Sekolah Rakyat Ancol 1 dan 2, dalam bidang Lingkungan Ancol mempunyai Ancol Sayang Lingkungan (ASL) dengan program pembuatan kompos serta daur ulang kertas. Ini merupakan bukti nyata bahwa Ancol peduli dengan lingkungan serta pendidikan di sekitar lingkungan Ancol. Kepedulian sosial memang harus dimiliki oleh setiap perusahaan apalagi sudah di wajibkan oleh pemerintah setiap perusahaan harus memiliki CSR (Corporate Soscial Responsibility). Di Indonesia perusahaan-perusahaan swasta telah mencoba merapatkan barisan terbukti dengan dibentuknya CFCD (Corpotare Forum for Community Development) dengan ketua umum Ir. Thendri Supriatno, MBA yang hampir 200 Perusahaan lebih telah bergabung dengan CFCD Indonesia.

Selasa, 13 Februari 07

http://www.sekolahrakyat.org/?pilih=lihat&id=27&PHPSESSID=b6057d9615a1a5a7d63e211cbb28161b

Pertamina sets aside Rp150 bln for CSR program

Jakarta (ANTARA News) – State oil and gas company PT Pertamina has allocated Rp150 billion to the Corporate Social Responsibility (CSR) scheme this year which will be carried out through Partnership and Environmental Development Program to empower small and medium enterprises (SMEs), an official has said.

Twenty percent of the fund was earmarked for public facility development and the rest for capital budgeting, Pertamina`s coporate secretary Herman Bastari said here over the weekend.

The Pertamina`s program is in compliance with Vice President Jusuf Kalla`s statement that all companies engaging in the natural resources sector are obliged to maintain their operational activities and give contribution to efforts to improve the life quality of local people living near their factories or operational areas through the CSR program.

When visiting Kuala Lumpur on Saturday, Kalla said the implementation of law on CSR would be done through a government regulation.

Meanwhile, Herman said CSR would make contribution to the improvement of local people`s life quality.

“Pertamina and local people should live together in perfect harmony. It`s impossible to let Pertamina enjoy progresses while local people live in pauperism,” he said.

Pertamina`s data showed it set aside Rp40 billion to empower over 1,850 SMEs through the capital budgeting scheme and Rp515 billion to help over 28,000 SMEs through the partnership program in 2005.

The Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin) and some businessmen associations said recently they rejected a provision of a draft law on a limited company which asked firms to earmark some net profit for the CSR implementation.

Kalla said CSR would guarantee the existence of a company in a local area so that it could make maximal production. (*)

Posted on 07/22/07 13:34

http://portal.antara.co.id/en/print/?id=1185086092

Menuju standardisasi CSR

Pasal 74 RUU Perseroan Terbatas (RUU PT) yang sedang dibahas DPR mencantumkan pengaturan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social responsibility/CSR). Substansi pasal itu sebagai berikut:

Perseroan yang kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan.

Perseoran yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.

Pasal ini muncul pada saat pembahasan di tingkat Panja dan Pansus DPR. Pada konsep awal yang diajukan pemerintah, tidak ada pengaturan seperti pasal 74 itu. Saat dengar pendapat dengan dunia usaha dan para profesi serta masyarakat, materi pasal 74 ini pun belum ada.

Materi pasal 74 ini muncul dalam berita di harian ini pada saat pengesahan RUU PT oleh Panja.

Lalu sekitar 28 asosiasi pengusaha termasuk Kadin dan Apindo, keberatan terhadap RUU PT. Mereka meminta pemerintah dan DPR membatalkan pengaturan tentang pewajiban CSR dalam RUU PT.

Ada beberapa alasan yang diusung, a.l penerapan CSR pada dasarnya lebih dititikberatkan pada dorongan moral dan etika, di mana setiap perusahaan melaksanakan kegiatan CSR melebihi yang telah diatur dalam peraturan perundangan.

Di sisi lain, pewajiban CSR dalam UU PT berarti akan berimbas pada semua perseroan, termasuk UKM dan perseroan yang baru berdiri. Padahal pemerintah sedang berusaha keras menggerakkan sektor riil, memperbaiki iklim berusaha yang sehat dan menarik investasi.

Selain itu, pelaksanaan CSR merupakan bagian dari good corporate governance yang mestinya didorong melalui pendekatan etika maupun pendekatan pasar (insentif). Pendekatan regulasi sebaiknya dilakukan untuk menegakkan prinsip transparansi dan fairness dalam kaitan untuk menyamakan level of playing field semua pelaku ekonomi. Sebagai contoh, UU dapat mewajibkan semua perseroan untuk melaporkan, bukan hanya aspek keuangan, tetapi juga yang mencakup kegiatan CSR dan penerapan GCG.

Standar CSR

Lalu sebenarnya seperti apa best practice mengenai CSR ini? Saat ini ISO (International Organization for Standardization), tengah menggodok konsep standar CSR yang diperkirakan rampung pada akhir 2009. Standar itu dikenal dengan nama ISO 26000 Guidance on Social Responsibility.

Dengan standar ini, pada akhir 2009 hanya akan dikenal satu konsep CSR.? Selama ini dikenal banyak konsep mengenai CSR yang digunakan oleh berbagai lembaga internasional dan para pakar.

Tanggung jawab sosial didefinisikan sebagai tanggung jawab sebuah organisasi atas dampak dari keputusan dan aktivitasnya terhadap masyarakat dan lingkungan, melalui perilaku transparan dan etis, konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat; memerhatikan harapan dari para pemangku kepentingan; sesuai hukum yang berlaku dan konsisten dengan norma-norma perilaku internasional; dan terintegrasi di seluruh organisasi.

Dari definisi itu, ada tujuh isu inti tanggung jawab sosial, yaitu lingkungan, hak asasi manusia, praktik perburuhan, pengembangan masyarakat, organizational governance, isu konsumen, dan praktik kegiatan institusi yang sehat.

Seringkali kepentingan perusahaan diseberangkan dengan kepentingan masyarakat. Tak banyak yang menyadari bahwa sesungguhnya perusahaan dan masyarakat memiliki saling ketergantungan yang tinggi.

Saling ketergantungan antara perusahaan dan masyarakat berimplikasi bahwa baik keputusan bisnis dan kebijakan sosial harus mengikuti prinsip berbagi keuntungan (shared value), yaitu pilihan-pilihan harus menguntungkan kedua belah pihak.

Saling ketergantungan antara sebuah perusahaan dengan masyarakat memiliki dua bentuk. Pertama, inside-out linkages, bahwa perusahaan memiliki dampak terhadap masyarakat melalui operasi bisnisnya secara normal.

Dalam hal ini perusahaan perlu memerhatikan dampak dari semua aktivitas produksinya, aktivitas pengembangan sumber daya manusia, pemasaran, penjualan, logistik, dan aktivitas lainnya.

Kedua, outside-in-linkages, di mana kondisi sosial eksternal juga memengaruhi perusahaan, menjadi lebih baik atau lebih buruk. Ini meliputi kuantitas dan kualitas input bisnis yang tersedia-sumber daya manusia, infrastruktur transportasi; peraturan dan insentif yang mengatur kompetisi-seperti kebijakan yang melindungi hak kekayaan intelektual, menjamin transparansi, mencegah korupsi, dan mendorong investasi; besar dan kompleksitas permintaan daerah setempat; ketersediaan industri pendukung di daerah setempat, seperti penyedia jasa dan produsen mesin.

Salah satu aspek atau semua aspek situasi ini dapat merupakan peluang bagi inisiatif CSR. Kemampuan untuk merekrut karyawan yang tepat, contohnya, bisa tergantung pada sejumlah faktor sosial seperti sistem pendidikan setempat, ketersediaan pemukiman, diskriminasi, dan kecukupan infrastruktur kesehatan publik.

Tiga kategori

Namun, tidak ada perusahaan yang dapat memecahkan semua masalah masyarakat. Sebaliknya, setiap perusahaan perlu memilih isu yang terkait dengan bisnis spesifiknya.

Berdasarkan kerangka ini, isu sosial yang memengaruhi sebuah perusahaan terbagi dalam tiga kategori. Pertama, isu sosial generik, yakni isu sosial yang tidak dipengaruhi secara signifikan oleh operasi perusahaan dan tidak memengaruhi kemampuan perusahaan untuk berkompetisi dalam jangka panjang.

Kedua, dampak sosial value chain, yakni isu sosial yang secara signifikan dipengaruhi oleh aktivitas normal perusahaan. Ketiga, dimensi sosial dari konteks kompetitif, yakni isu sosial di lingkungan eksternal perusahaan yang secara signifikan memengaruhi kemampuan berkompetisi perusahaan.

Setiap perusahaan perlu mengklasifikasikan isu sosial ke dalam tiga kategori tersebut untuk setiap unit bisnis dan lokasi utama, kemudian menyusunnya berdasarkan dampak potensial. Isu sosial yang sama bisa masuk dalam kategori yang berbeda, tergantung unit bisnisnya, industrinya, dan tempatnya.

Emisi karbon mungkin merupakan isu sosial generik untuk perusahaan jasa finansial seperti bank, merupakan dampak negatif value chain untuk perusahaan berbasis transportasi seperti UPS, atau merupakan dampak value chain dan juga isu konteks persaingan bagi pabrik mobil seperti Toyota.

Dalam sebuah industri, isu sosial yang sama dapat menjadi berbeda untuk perusahaan yang berbeda, bergantung pada perbedaan keunggulan kompetitif. Di industri otomotif, misalnya, Volvo memilih keamanan menjadi elemen penting keunggulan kompetitifnya, sementara Toyota membangun keunggulan kompetitif melalui manfaat lingkungan dari teknologi hibridnya. Untuk perusahaan individual, beberapa isu terbukti penting bagi banyak unit bisnis dan lokasinya, menawarkan peluang untuk inisiatif CSR strategis.

Bila sebuah isu sosial penting bagi banyak perusahaan, sering kali isu itu dapat ditangani dengan lebih efektif melalui model kooperatif. Contohnya The Extractive Industries Transparency Initiative, terdiri dari 10 perusahaan minyak, gas, dan pertambangan yang sepakat untuk menghilangkan korupsi dengan membuka dan memverifikasi semua pembayaran perusahaan kepada pemerintah di semua negara tempat mereka beroperasi.
http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id15040.html

Menanggulangi Kemiskinan dengan CSR

JAKARTA, KOMPAS – Tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) akan diarahkan untuk menanggulangi kemiskinan. Sebab, kemiskinan yang menjadi masalah serius bangsa ini harus diatasi semua pihak, tidak terkecuai perusahaan-perusahaan melalui program CSR.

Hal inilah yang mendasari semangat dalam penyelenggaraan konferensi dan pameran CSR khusus perusahaan tambang, migas dan manufaktur, yang diadakan di Jakarta, Kamis (24/5). Acara yang diadakan La Tofi Enterprise ini didukung Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan Departemen Sosial.

Pada kesempatan ini juga diberikan anugerah social empowerment award kepada 12 perusahaan pertambangan dan dua kepala daerah yang baik dalam melakukan program CSR mereka.

Perusahaan yang menerima penghargaan adalah PT Riau Andalan Pul & Paper, PT Newmont Nusa Tenggara, PT Freeport Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, PT Berau Coal, PT Adora Indonesia, BP Tangguh, Total E&P Indonesia,

Medco E&P Indonesia, PT Star Energy, Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, dan Otorita Batam.

Adapun kepala daerah yang menerima penghargaan ini adalah Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan Bupati Kutai Timur Awang Faroek Ishak.

http://www.kompas.co.id/ver1/Ekonomi/0705/24/095902.htm

CSR dari Kompas-Gramedia

Pendirian UMN merupakan sebentuk CSR dari Kompas-Gramedia yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, dan lebih jauh lagi mencerahkan bangsa Indonesia.

UMN membuka tangan seluas-luasnya bagi perusahaan-perusahaan yang ingin melaksanakan CSR melalui kerjasama dengan UMN.

http://www.unimedia.ac.id/page.php?id=12

Penataan CSR Telkom

Bandung, (Kompas) — Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, PT Telkom Indonesia melakukan Corporate Social Responsibility (CSR). Bentuknya, antara lain dana bergulir untuk usaha kecil menengah (UKM), beasiswa, dan bantuan korban bencana alam. Namun, kegiatan itu pada tahun-tahun sebelumnya, belum terorganisasi secara optimal.

Kepala Humas PT Telkom Divisi Regional (Divre) III Jawa Barat-Banten Dodi Gozali di Bandung, Selasa (7/3), mengatakan, CSR yang biasanya dilakukan secara sporadis akan ditata agar pelaksanaannya lebih rapi. Dalam waktu dekat, PT Telkom akan membicarakan mengenai penataan tersebut. (BAY)

http://www.telkom.co.id/telkom-peduli/pembinaan-usaha-kecil/penataan-csr-telkom.html

Apa dan Mengapa Program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia?

Tema Program CSR BI
Dengan dasar pemikiran bahwa komunikasi merupakan hal pokok bagi Bank Indonesia untuk membina relationship dan menunjukkan kepedulian terhadap komunitasnya, Bank Indonesia melalui program CSR berusaha untuk mengedepankan kegiatan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak dengan tujuan untuk:

  1. meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat ekonomi menengah dan kecil;

  2. membantu program Pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas serta mampu berkompetisi dengan SDM asing; dan

  3. meningkatkan dan memelihara ekosistem melalui kerjasama dengan segenap masyarakat.

Atas dasar itu, tema program CSR Bank Indonesia direfleksikan dalam slogan :
BI COMMUNICATE – eCOsystem, sMall MediUm eNterprIse, and eduCATion for peoplE

Program Kunjungan Studi BI
Program Kunjungan Studi ke Bank Indonesia merupakan bagian dari upaya BI untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya atas materi yang terkait dengan pelaksanaan tugas Bank Indonesia di Bidang Moneter, perbankan dan sistem pembayaran.
Bank Indonesia membuka kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kunjungan ke BI setiap hari Selasa dan Kamis sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Berita CSR-BI
Rubrik ini menyajikan berita-berita aktual, mengenai kegiatan-kegiatan CSR yang dilakukan Bank Indonesia baik yang berada di pusat maupun di daerah-daerah, serta info-info lainnya yang terkait dengan CSR-BI (Berita CSR-BI)

http://www.bi.go.id/web/id/BI+dan+Publik/CSR/



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.